Langsung ke konten utama

Kenangan

Teruntukmu, aku percaya, mengirimkan surat alfatihah untukmu, lebih baik daripada mengutarakan rasa rinduku kepadamu.

Sekelebat memori tentangmu masih sering terlintas di pikiranku, tepatnya seminggu yang lalu. Aku masih ingat bahwa kemarin aku masih mempersiapkan keberangkatanku untuk berlibur (bersamamu?).

Bukan aku yang punya rencana, tapi Tuhan kita yang punya rencana, atas izin-Nya, kita bisa menikmati liburan bersama, memandangi ciptaanNya yang sangat indah dan kamu juga ciptaan-Nya yang sungguh indah.

Tak henti kuucapkan syukur karena telah mengenalmu, aku masih ingat betapa manisnya dirimu, dengan gigi ginsul dan bulu mata lentikmu. Membuat semua ingin sepertimu.

Kamu tak hanya indah rupa, tetapi akhlak, tutur kata, caramu beribadah, pola pikirmu. Sungguh aku kagum akan hal itu.

Awalnya semua biasa saja, entah kenapa pada saat aku melaksanakan shalat maghrib, dan melihatmu mengadahkan tangan membuat hatiku menjadi luluh. Aku tak tau apa yang kau sebut dalam doamu itu, tapi mengapa itu bisa membuatku terinspirasi, setiap hari.

Membuat aku selalu ingin dekat dengan-Nya, selalu merayu-Nya, selalu ingin berlama-lama dengan-Nya dan menunggu-Nya lebih dahulu di setiap aku ingin menjumpai-Nya.

Apapun itu, kuharap kamu baik-baik saja sekarang ya, karena pasti tidak hanya aku yang merinduimu. Tapi percayalah, lantunan alfatihah akan tetap kukirimkan untuk mengutarakan kerinduanku. Semoga kelak kita berjumpa kembali ya.

Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Random 1

S K S D Seperti biasa, selalu saja ada hal yang bisa  membuatku tak betak betah di kelas, apalagi saat dosen tak kunjung datang. Aku juga tidak tahu, ntah apa yang membuat kaki ini tidak bisa anteng untuk tetap di kelas. Aku pergi ke lorong kelas, menelusuri kelas demi kelas. Melihat- lihat dosen yang mana masuk di kelas yang mana. Hingga aku tiba di pelataran lorong, tempat sirkulasi udara, melihat-lihat ke arah luar, dan kudapati kawanku menuju ke arah kampus, ku panggili namanya dan aku melambai-lambaikan tangan isyarat ada suara yg memanggil. Tak sadar, di sebelahku sudah berdiri seorang pria  dengan  fisiknya yang putih, tinggi, kurus dan hidungnya yang mancung serta rambutnya yang sedikit panjang, tak lupa di sematkan topi kupluk berwarna abu-abu menambah ciri khas dari pria tersebut. Sontak aku pun terkejut, ia semakin mendekat. Aku yang ketakutan lari tunggang langgang menuju kelas. "Siapa sih, sok kenal banget" batinku. Jam perkuliahan telah usai,...
Critical Journal Review 2 Implementasi Pembelajaran Akidah Akhlak Terhadap Pembentukan Karakter Siswa di MTs Negeri Semanu Gunungkidul Oleh: Dewi Prasari Suryawati Guru MAN Wonosari Gunungkidul Nama: Annisa Khairani NIM:   0301171290 Kelas: Pendidikan Agama Islam 4 Dosen Pengampu: Dr. Mardianto, M.Pd   Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan 2019 KATA PENGANTAR Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga saya dapat menyelesaikan Review Jurnal ini . Shalawat berangkaikan salam di hadiahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang seperti sekaran g ini. Selanjutnya saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Dr. Mardianto, M.Pd . s elaku dosen pengampu Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak yang telah membimbin...

Jurnal Random 2

Who R U? Tiga mata kuliah yang cukup melelahkan, evaluasi pendidikan, telaah kurikulum dam pendidikan komparatif. Aku berjalan gontai, menuju tempat peraduan, tempat berkeluh kesah, tempat rebahan ternyaman, asramaku tercinta. Setibanya aku di depan asrama, kudapati seorang teman lama yang berkunjung ke asramaku. Dia menyapaku (lebih tepatnya mengejekku) "Eh, sok manis kali kau pake jilbab kayak gini". "Ya biarin lah," jawabku. Orang-orang seperti ini memang terkadang tak perlu di ambil hati hasil dari ucapannya. Hanya memenuhi pikiran. teringat sebuah janji yang aku buat dengan sang teman lama, Tuti namanaya, "aku yang pernah berjanji untuk mentraktirnya pasca gajian," dia menagihnya... "Eh, ayuklah makan," katanya. "Aku belum sholat, (karena pada saat itu jam menunjukkan waktu ashar" kataku. "Nanti aja aku mau masuk bentar lagi," balasnya. "Eh tapi...." (dia menarikku dengan paksa). ** "Mau keman...